Sunday, March 28, 2010

Jarak Pagar


Jarak pagar (Jatropha curcas L., Euphorbiaceae) merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik maupun subtropis (dari 30° Lintang Utara sampai 30° Lintang Selatan). Tumbuhan ini dikenal sangat tahan kekeringan dan mudah diperbanyak dengan stek. Tanaman jarak merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh bahkan dikondisi tanah yang jelek sehingga dapat digunakan sebagai tanaman reboisasi/rehabilitasi yang dapat memberikan manfaat/hasil. Tanaman Jarak Pagar dapat tumbuh dengan cepat, dapat digunakan untuk kayu bakar, mereklamasi lahan-lahan tererosi atau sebagai pagar hidup di pekarangan dan kebun, karena tidak disukai oleh ternak.

Tanaman jarak mulai menghasilkan buah pada usia 6 bulan dan bisa bertahan hidup sampai usia 50 tahun.  Walaupun telah lama dikenal sebagai bahan pengobatan dan racun, saat ini ia makin mendapat perhatian sebagai sumber bahan bakar hayati untuk mesin diesel karena kandungan minyak bijinya. Peran yang agak serupa sudah lama dimainkan oleh kerabat dekatnya, jarak pohon (Ricinus communis), yang bijinya menghasilkan minyak campuran untuk pelumas.

Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama di Indonesia: jarak kosta, jarak budeg (Sunda); jarak gundul, jarak pager (Jawa); kalekhe paghar (Madura); jarak pager (Bali); lulu mau, paku kase, jarak pageh (Nusa Tenggara); kuman nema (Alor); jarak kosta, jarak wolanda, bindalo, bintalo, tondo utomene (Sulawesi); ai huwa kamala, balacai, kadoto (Maluku).

No comments:

Post a Comment

Please write your comment. Admin does not use the comment moderation